Sunday, 14 August 2016

Kael Usia 2 Bulan

Beberapa hari yang lalu, 08 Agustus 2016, usia Kael genap 2 bulan. Waktu berlalu cepat sekali, gak nyangka sudah 2 bulan aku menjalani hidup sebagai seorang ibu. Ternyata menjadi seorang ibu itu gak mudah, it's not as easy as ABC~ Meskipun gak mudah, tapi aku sangat menikmati kehidupan baruku ini, hehehe.. Rasanya semua lelah terbayarkan ketika mendapat pelukan hangat dari suami dan juga ketika melihat senyuman Kael :)

Sekarang Kael sudah bukan bayi kecil lagi, he's a big baby now :D Berat badannya 6 kg, tingginya 64 cm. Nyusunya kuat banget, hehehe.. Pipinya makin bulet kayak bakpao~


Trus Kael juga sudah mulai bisa emut-emut tangan. Lucu deh klo ngeliat dia yang lagi asik emut-emut, kadang bisa sampai muncul suara "cup cup cup" begitu (^.^#)


Lebih lucu lagi, sekarang Kael udah bisa aaa.. uuhh.. aaa.. oo... kayak lagi ngomong sendiri meskipun masih jarang-jarang. Dia juga sudah mulai bisa diajak main, kalo kita ngajak ngomong, dia liatin terus kadang tersenyum, xixixi.. Matanya sudah lumayan fokus dan bisa ngikutin objek, tapi objek yang cukup besar ya, misalnya kita berdiri di depannya trus jalan ke kiri ke kanan, nah matanya udah bisa ikutin :)


Oh ya, kalo nangis juga sekarang udah ngeluarin air mata, sebelumnya pas masih usia 1 bulanan dia gak ada air matanya. Pernah baca artikel di google klo bayi newborn itu nangis memang pada umumnya gak ngeluarin air mata, karena saluran air matanya belum terbentuk secara sempurna.


Musuh terbesar Kael saat ini mungkin kain bedong ya, hahaha.. Gak suka dibedong lagi dia. Padahal bedong bisa membuat dia lebih nyaman, tidur lebih nyenyak dan lebih lama. Walopun dia gak suka, tapi mamanya ini masih suka bedongin dia klo dia tidur. Tapi bedongnya harus dalam keadaan dia udah gak sadar atau at least setengah sadar lah, karena klo dia bangun, pasti dia ngulet-ngulet buat keluar dari bedong, sampai mukanya merah kayak kepiting rebus! hahaha..

"Nak, ceriamu, bahagia mama"

Tuesday, 2 August 2016

Arti Nama Kael Malverick

Mencari nama anak merupakan salah satu hal yang bikin pusing juga selama hamil. Pasti maunya namanya bagus dan keren kan yah, hahaha.. ada gak yah orang tua modern zaman sekarang yang masih memberi nama anaknya Ani atau Budi?

Dimulailah kegiatan browsing tiada henti dengan key word yang tidak jauh-jauh dari "baby name", lol. Awalnya aku pengen nama yang diambil dari alkitab *cieeee, religius banget nih!* Tapi maunya yang alkitab versi bahasa lain, misalnya Yohanes, bahasa spanish nya Juan. Setelah searching-searching, ternyata nama alkitab yang bagus-bagus semua udah unavailable. Saudaranya suamiku sudah ada yang punya nama-nama itu *harap maklum, keluarga besar suamiku cukup religius, jadi kebanyakan anak-anaknya diberi nama dari alkitab*.

Udah browsing lamaaaa banget tapi masih belum ketemu juga nama yang cocok. Maunya bagus, unik, bukan nama pasaran, ejaannya tidak berbelit-belit dan tidak ribet. Trus juga gak terlalu panjang namanya, karena kasian nanti klo dia mau ngisi formulir atau sesuatu, ternyata gak muat dan harus disingkat-singkat. Ternyata memberi nama anak itu susah juga ya -_-!

Aku bener-bener gak ada ide mau kasih nama apa, akhirnya suamiku kasih ide "KAEL". Wah, kedengarannya bagus juga, belum pernah juga aku punya teman atau saudara yang namanya Kael. Jadi aku coba search di google, masukin key word "kael" untuk nyari artinya dan memastikan bahwa gak ada kriminal atau teroris atau orang aneh-aneh yang bernama Kael. hahaha.. Well, ternyata kael gak ada arti khusus, teroris atau kriminal juga gak ada, tapi muncul banyak banget gambar seperti ini:


Ini gambar apa yah? Ternyata ini adalah salah satu hero di game DOTA, Kael the Invoker. Suamiku memang hobi banget sih main dota, lol. Karena aku juga lumayan suka dengan nama Kael, jadi ya udah deh, okelah, kita beri nama Kael.

Trus, namanya cuman "Kael" ajah? Pendek banget, trus di masa depan klo ternyata ada yg namanya sama persis, Kael juga, misalnya teman sekelasnya, gimana? Biar lebih unik, jadilah kita mau tambahin nama panjangnya. Kael apa yah? Aku udah list down Kael dengan berbagai nama belakang, misalnya Kael Yanderson, Kael Benedict, Kael Jonathan, dll, udah banyak banget tapi rasanya belum ada yang pas di hati. Trus pada hari mau lahiran, pas tengah malam menjelang subuh, di saat aku lagi sakit-sakitnya, suami tiba-tiba bilang "beb, aku dapat ide nama belakang anak kita, Kael Malverick". Aku langsung mengiyakan idenya, ntah karena memang setuju atau udah gak sanggup berpikir lagi karena saking sakitnya perut. hahaha..

Jadi Kael Malverick tidak memiliki arti khusus. Meskipun tidak ada arti khusus, tapi mama papa tetap berdoa dan berharap kamu dapat tumbuh menjadi anak yang sehat, pintar, baik hati, bijaksana yah dek.. <3

Kael, ketika usia genap 1 bulan :)

Monday, 1 August 2016

Keluarga Kecilku Kebahagiaanku

Dulu saat masih kuliah, aku sama sekali tidak pernah bercita-cita menjadi seorang ibu rumah tangga. Pikiranku dulu adalah kuliah dengan baik, kerja di perusahaan besar dengan gaji tinggi, mengejar karir, trus beli mobil, beli rumah, jalan-jalan keliling dunia, yah kira-kira seperti itulah keinginanku. I was a girl with a bunch of dreams. Namun hidup itu memang tidak bisa ditebak. Pepatah cina berbunyi 人算不如天算 (read: ren suan bu ru tian suan), kurang lebih artinya adalah rencana manusia tidak dapat menandingi rencana Tuhan. No matter how much we plan things out, we won't know what or how the outcome will be.

Long story short, I'm currently a housewife, a stay at home mom <3 It's not that I no longer have dreams. No, I still have a lot of dreams. It's just a little bit different from before, because I've included my husband and my child into my dreams. For example, aku tidak lagi berkeinginan kerja dengan gaji tinggi, tapi saat ini aku ingin belajar mengelola finansial keluarga supaya tetap berkecukupan meskipun hanya suami yang bekerja. Aku tidak hanya ingin membeli rumah, tetapi aku ingin membangun sebuah "rumah" untuk suami dan anakku. Aku tidak lagi menginginkan karir yang tinggi di dunia luar, tetapi aku ingin berkarir sebagai seorang istri dan ibu yang sukses. Pada awalnya aku merasa bosan sekali, karena dulunya sudah terbiasa kerja dan cari uang sendiri. Bahkan aku sampai merasa diriku ini sungguh tidak berguna, tiap hari di rumah saja tidak menghasilkan apa-apa. Suamiku terus menyemangati aku, tidak menghasilkan uang bukan b'arti tidak berguna. Tapi tetep aja sih aku masih terus memikirkan hal apa yang bisa aku lakukan dari rumah yang bisa mendatangkan penghasilan. Kan banyak juga tuh stay at home mom yang punya penghasilan tambahan, hehe.. Sometimes I'm so scared of this life, a merely single step, really can change the entire story line. Mungkin hidupku akan sangat berbeda jika aku masih tetap bekerja, dll. Yah life is full of choices and everyone have their own choices. Dulu itu aku hidup untuk diriku sendiri, sekarang aku sudah punya sebuah keluarga kecil.

Keluarga kecilku :)
*baby Kael 1month22days*

Bener banget pepatah yang mengatakan bahwa bahagia itu sederhana. Percaya atau tidak, setiap dekat jam pulang kerja itu rasanya tidak sabar nunggu suami pulang. Seringkali berbisik sama baby "dek, sebentar lagi papa pulang". Dan begitu melihat suami di depan pintu itu rasanya bahagia banget. Dipeluk suami ketika sedang menimang baby juga suatu bentuk kebahagiaan. Melihat baby tumbuh sehat setiap hari juga ada rasa bahagia tersendiri. Bahagia itu ternyata tidak selalu berbentuk material, kemewahan, dll. Tapi hal-hal sederhana saja sebenarnya sudah cukup untuk menciptakan kebahagiaan. Apabila diberi "lebih" oleh Tuhan yah bersyukur, apabila tidak pun tidak perlu bersedih hati ataupun kecewa. Aku mulai belajar untuk merasa puas dengan segala yang aku miliki saat ini. Meskipun tidak berlebih, tapi aku juga tidak berkekurangan apapun juga. Selalu ingat pesan suami, jangan terlalu pusingin hal yang masih jauh, tetap stay positive dan jalani saja dulu yang ada di depan mata, karena semakin kita bergerak maju maka semakin banyak jalan yang akan terbuka :)



Sunday, 31 July 2016

When Kael was Born

Setelah hiatus selama berbulan-bulan, now I'm back! Klo ditanya kenapa hiatus, jawaban simplenya: SIBUK. hahaha.. Let's blame everything on sibuk :p Alright, I will try to blog more often~

Well, sesuai dengan judulnya, aku mau share cerita mengenai proses lahiranku kemarin. Singkat cerita, hari Senin 06 Juni 2016 adalah jadwal kontrol rutinku. Seperti biasa, aku ditemenin suami ke rumah sakit. Pas dicek sama dokter, kata dokter "wah, udah pembukaan satu!". Kaget dunk! Soalnya waktu itu masih dalam hitungan 37 minggu dan estimated due date nya juga masih lama di sekitar tanggal 24 Juni. Dan juga aku tidak ada rasa mules atau sakit kontraksi atau apapun itu. Tapi katanya, 37 minggu itu usia kandungan sudah matang, jadi memang bisa saja lahiran di week 37. Dengan perasaan campur aduk (ya, campur aduk, soalnya bener-bener gak nyangka akan secepat ini, rasanya masih belum siap), aku disuruh NST dulu untuk merekam jantung bayi dan melihat ada tidaknya kontraksi. Nah, hasil NST menunjukkan bayi sehat *Puji Tuhan* dan sudah ada kontraksi lumayan banyak. Jadi dokter menyarankan untuk langsung dirawat inap saja. Tetapi karena aku bandel belum ada rasa apapun, jadi aku belum mau dirawat. Ya sudah. kata dokter ok, gpp, tapi nanti malam klo ada yg aneh harus segera ke rumah sakit ya! Trus besok pagi datang lagi untuk di NST lagi. OK! Mari pulang~~

Aku lagi di NST :)

Sampe rumah juga aku masih santai-santai saja dan malam itu aku juga berhasil tidur nyenyak~ Memang selama hamil aku gak pernah ada gangguan tidur, selalu bisa tidur nyenyak, hahaha.. Bisa dibilang selama hamil ini bener-bener tidak ada keluhan yang berarti. Bahkan di perut pun tidak ada stretchmark sama sekali *YEAY!!*

Keesokan harinya sesuai instruksi dokter, aku sama suami ke RS untuk NST lagi. Kali ini hasilnya menunjukkan tidak begitu ada kontraksi, jadi aku masih diizinkan pulang. Sampe rumah, masih santai juga dunk! Masih sempet tidur siang lumayan lama, LOL. Trus sekitar jam 5an, aku ngajakin suami "beb, jajan buka puasa yuk!" Meskipun gak puasa tapi tetep yah ikutan jajan buka puasa, hehehe.. Kita jajan banyak banget, trus pulang dan makaaaannnnn!!! :9 Habis makan, aku mau mandi, pas mau mandi ini ngeliat kok di celana dalam ada flek darah? Kasih tau suami trus suami kasih tau mertua dan mamaku juga, disuruh buruan ke rumah sakit. Tapi lagi-lagi aku masih santai-santai saja, ntah beneran santai atau sebenernya takut untuk ke rumah sakit, karena rasanya belum siap >_< hahaha..

Maka berangkatlah kami ke RS, sampai di RS dicek lagi sama dokter, katanya "wah, uda menuju pembukaan 2 nih!". Balik lagi ke pertanyaan yang sama:
"ada rasa mules? tidak ada"
"ada nyeri? tidak ada"
Jadi setiap orang itu punya ambang batas rasa sakit, nah, mungkin ambang rasa sakit aku tinggi kali yah, jadi aku gak terasa sakit kontraksinya XD Aku sampai nanya berkali-kali ke dokter, "ini beneran sudah mau lahiran ya?" lol. Jadilah aku rawat inap hari itu (Selasa, 07 Juni 2016).

Aku masih nyantai banget, masih sempet minum es koteng enak dan seger~

Aku kira malam itu juga aku bakal tidur nyenyak, tapi ternyata tidak teman-teman! Haha.. Pas tengah malam udah mulai berasa sakit nyut nyut seperti kalo kita lagi haid. Awalnya sakitnya hanya sekali-sekali saja. Sampai sekitar jam 2 pagi, baru deh aku mulai merasakan sakit yang beneran sakit. Frekuensi sakitnya semakin sering dan sekali kontraksi itu makin lama durasinya. Suster sesekali akan datang untuk ngecekin kita. Aku udah kesakitan banget, tapi susternya dengan santai bilang "baru pembukaan 4 yah bu". Busetttt! Udah sakitnya seperti ini baru pembukaan 4! Dengar dari orang kan klo anak pertama biasanya agak lama yah, bisa ampe belasan jam tuh baru lahiran. Dalam hati aku udah mikir "aduh, ini baru bukaan 4, aku masih harus nahan brp belas jam lagi dengan sakit yang makin menjadi-jadi ini".. Udah mulai muncul godaan untuk minta dioperasi caesar saja, hahaha! Sekitar jam 5 pagi, air ketuban pecah. Kirain klo ketuban uda pecah, rasa sakitnya bisa berkurang *ngarep*. Tapi ternyata tidak berkurang sama sekali, sakitnya ini luar biasa sakit dan semakin menjadi-jadi. Terutama di bagian pinggang. Pinggang rasanya mau patah. *serius, tidak bercanda* O_O Mungkin dalam waktu 5 menit, hanya 1 menit saja aku gak merasa sakit.

Rabu, 08 Juni 2016, sekitar jam 7 pagi, aku dipindahkan ke ruang bersalin (sebelumnya masih di kamar rawat inap biasa). Lebih shocked lagi waktu ngeliat ibu dokter datang pakai dress cantik kayak mau ke mall (yes, my obgyn is a female). Dokter dan suster-suster semuanya nyantai banget, as if nothing happened gitu, padahal aku udah kesakitan banget. Wajar sih, mungkin udah tiap hari juga mereka hadapin situasi seperti ini, jadi udah terbiasa, haha.. Aksesoris dokter pun dipakai dan kemudian dimulailah kegiatan ngeden~ Ketika kontraksi sakitnya maksimal, langsung ngeden sekuat tenaga untuk mendorong kepala bayi turun ke bawah. Waktu kepala bayi sudah hampir keluar, ngedennya harus continuously, supaya kepalanya gak masuk lagi ke dalam. Di sela-sela ngeden, miss V aku ada digunting (episiotomi). Aku tau, ada bagian sesuatu yang digunting, tapi gak berasa sakit, rasa sakitnya kalah sama sakit di perut, hahaha.. Udah ngeden hampir 1,5 jam, tapi kepala bayi masih belum keluar juga.. Aku udah lemes, kehabisan tenaga dan stamina, pandangan udah kabur dan gelap rasanya. Udah dibantu juga dengan selang oksigen, tapi rasanya aku udah bener-bener gak kuat lagi *salut sama ibu-ibu zaman dahulu yang bisa punya belasan anak*. Kepala bayi sudah nongol, rambutnya sudah terlihat dari luar dan aku udah ngeden sekuat tenaga, tapi masih gak kunjung keluar, Akhirnya pukul 08.28 bayiku lahir dengan bantuan vacuum extraction, karena aku udah gak kuat lagi ngedennya maka diambil tindakan vacuum. Pertimbangannya adalah ketuban yang sudah pecah lumayan lama, kepala bayi tidak baik dibiarkan terjepit di miss V terlalu lama, serta aku yang sudah bener-bener tidak kuat lagi. Pada saat di vacuum pun aku harus tetap ngeden, kemudian pas kepala bayi agak nongol keluar baru dibantu tarik, soalnya saat berhenti ngeden itu kepala bayi seperti masuk lagi ke dalam.

Ketika kepala bayi sudah keluar, proses ngeden pun dihentikan. Selanjutnya dokter yang akan ngeluarin badannya. Kata suamiku, proses ngeluarin badannya agak scary, cuma kepalanya aja yang dipegang trus ditarik kayak narik boneka katanya, hahaha.. yah dokter pasti punya tekniknya gimana nariknya, no worries, lol. Aku rasanya lega banget saat kepala dan badan bayi sudah keluar semua. Semua rasa sakit mendadak hilang. Benar-benar tidak ada rasa sakit atau apapun lagi. Rasanya plong dan bahagia banget! Ya, perjuanganku sudah selesai. Tinggal nunggu dijahit n dibersih-bersihkan saja. Waktu dijahit cuma ngerasa kayak ditusuk-tusuk gitu (ada bius lokalnya). Menurut aku, yang paling berperan adalah tenaga dan stamina. Aku bisa tahan rasa sakitnya, aku gak nangis dan gak teriak-teriak juga, tapi aku udah gak punya stamina lagi buat ngeden, tenagaku habis :( Jadi saran buat bumil yang planning mau lahiran normal, sebaiknya lakukan olahraga ringan selama hamil, biar ntar staminanya banyak. haha..

Bayiku sesaat setelah ia lahir <3
Kael Malverick, lahir pada tanggal 08 Juni 2016 pk. 08.28 WIB
dengan berat badan 3115 gr dan panjang 48 cm
Dibantu oleh tenaga medis dr. Gina M Rotty, SpOG

Aku pasca lahiran~

Beberapa teman ada yang bertanya "klo waktu dapat diputar kembali, lu tetep milih lahiran normal atau lebih milih di caesar aja?" Jawabanku adalah aku tetap akan memilih lahiran normal. Mengapa? Karena benar banget kata orang bahwa lahiran normal itu pulihnya cepat, setelah 6 jam pasca lahiran, aku udah bisa ke toilet, udah bisa jalan ke mana-mana (jalan pelan-pelan ya). Luka jahitan juga dalam semingguan gitu udah sembuh. Awalnya aku mengira kalo pipis atau BAB akan terasa sakit, tapi ternyata tidak kok, luka jahitannya gak sakit sama sekali. Hehehe.. Dan ini adalah pengalaman yang sangat berarti bagi aku, jadi tau oh, ternyata begitu toh rasanya lahiran, sakitnya seperti itu. Rasa haru dan bahagia ketika bayi lahir itu bener-bener rasa yang tidak dapat dideskripsikan dengan kata-kata, bener-bener bahagia yang dapat mengalahkan semua rasa sakit saat proses persalinan. I think as of now, this is my greatest achievement as a woman :)

Syukur kepada Allah, bayiku lahir dalam keadaan sehat dan sempurna. Terima kasih Tuhan telah memberi kemudahan dalam proses persalinanku, di mana proses persalinan ini termasuk cepat (tidak sampai hitungan belasan jam). Kuasa Tuhan sungguh luar biasa besar :)


Friday, 19 February 2016

Pregnancy Journey: Week 22 Halfway of my Pregnancy

Tidak terasa aku sudah memasuki kehamilan minggu ke-22, rasanya waktu berlalu cepat banget. Kehamilanku termasuk kehamilan yang sangat menyenangkan, karena dari awal hamil sampai sekarang aku sama sekali tidak pernah merasakan mual muntah atau sebutan kerennya "morning sickness". Horeee!!! Lucky me! :D Bahkan waktu trimester pertama (sebelum perut mulai membesar), aku kadang masih bertanya-tanya, bener yah hamil? Soalnya kayaknya gak ada yang terlalu berbeda antara sebelum hamil dan sesudah hamil. Seiring berjalannya waktu, perubahan fisik mulai terlihat, yang paling mencolok adalah perut yang mulai keliatan babybump nya.. xixixi.. berat badan yang terus naik (hingga saat ini sudah naik 7-8 kg teman-teman!!) dan baju-baju di lemari udah pada berasa sempit! XD

Tadi barusan balik dari kontrol rutin, Puji Tuhan baby dalam keadaan sehat dan kata dokter everything is normal. Tidak terlihat ada kelainan, baik bentuk kepala, perut, tangan dan kaki semuanya baik. Wajahnya juga sudah terlihat jelas (mata, hidung dan mulut). Dan lucunya, tadi pas di USG keliatan mulut baby lagi menguap-nguap gitu (gerakan buka tutup mulut). Aduh, rasanya seneng dan gemes banget! xixixi.. Jenis kelamin baby juga sudah terlihat dengan sangat jelas, hehehe.. *untuk saat ini masih dirahasiakan dulu yahhh teman-teman* =P Oh ya, berat badan baby saat ini menurut prediksi USG adalah 593 gram. Klo baca-baca di google sih berat janin sudah melebihi average, hahaha.. Tapi kata dokter masih termasuk normal, jadi no worries! Hohoho =D Baby, please be healthy yaaa, sampai saatnya persalinan nanti :)

I think being a mom-to-be does make me happier, I really feel that I am happier than I used to be. Salah satu hal yang bikin bahagia adalah ketika aku merasakan gerakan baby dalam perut. Terkadang pas baby lagi istirahat dan tidak bergerak pun aku bisa sampai ngomong ke baby "baby, gerak dong, please~".. hahaha.. ntah kenapa, I want to feel those little moves inside my belly so much, it makes me happy! Very very happy! :) Trus juga paling bahagia pas pulang dari kontrol rutin, setelah lihat hasil USG yang menunjukkan klo baby dalam keadaan sehat. Xixixi ^_^ *I am a happy mom to be*

Hubungan dengan suami juga semakin manis. Aku dan suami sudah pacaran kurang lebih 8 tahun sebelum akhirnya menikah. Kehadiran si kecil (meskipun masih di dalam perut) really gives us another feel of happiness which we never felt before. Dan seringkali terjadi dialog-dialog lucu waktu lagi nyantai, contohnya:
Aku : Baby nanti akan menjadi kesayangan mama dan papa (sambil elus-elus perut)
Suami : Loh, katanya aku kesayangan kamu? (sambil nunjukin wajah kasian)
Aku : ... ... *speechless*
Hahaha.. dia cemburu sama anaknya sendiri! bahkan ampe nanya "ntar klo baby udah lahir, kamu bakal lebih sayang baby atau aku ya?" LOL!! Suami jadi suka becanda lucu-lucu, yang akhirnya berujung peluk-pelukan teletubbies~

Satu pelajaran yang bener-bener aku pelajari dari kehamilan ini adalah bahwa cinta orang tua terhadap anak itu adalah cinta sejati, bener-bener unconditional love.. kita udah mencintai dia even before he/she were born. I think this is one point that nobody would understand before being a parent. Selama hamil pun, kita akan extra hati-hati dalam melakukan segala sesuatu.. termasuk saat makan, udah mikirin gak boleh makan sembarangan, makannya milih-milih yang sehat ajah, soalnya si kecil juga ikut makan apa yang kita makan. It feels like I want to give the baby my best in everything. Yang biasanya browsing gak jelas, sekarang klo browsing pasti nyari tau tentang baby, do and don'ts pregnancy, browsing-nya jadi gak jauh-jauh dari topik baby and pregnancy. Bener-bener ngerasa aku sayang banget sama si kecil, hehehe *jadi malu ('_'#)* Dan aku juga jadi sering kangen sama mama.. mikir sendiri juga "wah, ternyata mamaku sebegitu sayang sama aku".. So, we have to be good to our parents too, they really do love us a lot and I think it's the greatest love on earth <3




Friday, 22 January 2016

Pregnancy Journey: Week 18 First Fetal Movement

It's been more than 2 months since my last post. Although it's too late, but I still want to wish everybody a happy new year!! :)

I was very busy since last December, because after our Japan trip, we moved back to our hometown (Batam). Yes, we're no longer live in Jakarta. This is not a sudden decision, but we've considered a lot and have prepared everything for months.

And people around us are so worry about my pregnancy. Karena Chinese itu punya banyak sekali pamali atau pantangan terkait kehamilan. Contohnya: wanita hamil tidak boleh pindahan rumah, tidak boleh angkat-angkat barang, tidak boleh ada kegiatan paku-paku dinding di rumah, tidak boleh pindah-pindahin perabot di rumah, dan masih banyak lagi tidak bolehnya.. haha.. tapi sepertinya aku sudah melakukan banyak hal yang dianggap pamali atau pantangan tersebut. Bukan karena aku gak percaya, tapi memang karena situasi n kondisi. Kita lagi pindahan, tidak hanya pindah rumah, tapi pindah kota dari Jakarta ke Batam.. sudah pasti lebih repot daripada hanya pindah rumah. Tapi mau ada pantangan atau tidak pun, kita tetap harus lebih berhati-hati dan tetap berdoa supaya baby dalam kandungan sehat-sehat saja..

Thanks God, currently my pregnancy is in the beginning of week 18 and the last USG showed the baby is healthy and everything's normal :) Two days ago, when we were lying on the bed while playing mobile games and watching TV, suddenly I felt a wavy movement inside my belly. I spontaneously said to my husband who's lying beside me "beb, I think our baby is moving!" Then he immediately put his hands above my belly and "thump!!" It felt like a kick, strong enough to surprised us :D We were so happy, it was the very first time we felt the fetal movement. We hugged and I cried, LOL. This is a feel of happiness which I never experienced before. I think I've reached another level of happiness, hahaha..


But there's 1 thing that keeps me worrying, it's about my blood type, I am an O negative! I will talk about this next time :)