Sunday, 14 August 2016

Kael Usia 2 Bulan

Beberapa hari yang lalu, 08 Agustus 2016, usia Kael genap 2 bulan. Waktu berlalu cepat sekali, gak nyangka sudah 2 bulan aku menjalani hidup sebagai seorang ibu. Ternyata menjadi seorang ibu itu gak mudah, it's not as easy as ABC~ Meskipun gak mudah, tapi aku sangat menikmati kehidupan baruku ini, hehehe.. Rasanya semua lelah terbayarkan ketika mendapat pelukan hangat dari suami dan juga ketika melihat senyuman Kael :)

Sekarang Kael sudah bukan bayi kecil lagi, he's a big baby now :D Berat badannya 6 kg, tingginya 64 cm. Nyusunya kuat banget, hehehe.. Pipinya makin bulet kayak bakpao~


Trus Kael juga sudah mulai bisa emut-emut tangan. Lucu deh klo ngeliat dia yang lagi asik emut-emut, kadang bisa sampai muncul suara "cup cup cup" begitu (^.^#)


Lebih lucu lagi, sekarang Kael udah bisa aaa.. uuhh.. aaa.. oo... kayak lagi ngomong sendiri meskipun masih jarang-jarang. Dia juga sudah mulai bisa diajak main, kalo kita ngajak ngomong, dia liatin terus kadang tersenyum, xixixi.. Matanya sudah lumayan fokus dan bisa ngikutin objek, tapi objek yang cukup besar ya, misalnya kita berdiri di depannya trus jalan ke kiri ke kanan, nah matanya udah bisa ikutin :)


Oh ya, kalo nangis juga sekarang udah ngeluarin air mata, sebelumnya pas masih usia 1 bulanan dia gak ada air matanya. Pernah baca artikel di google klo bayi newborn itu nangis memang pada umumnya gak ngeluarin air mata, karena saluran air matanya belum terbentuk secara sempurna.


Musuh terbesar Kael saat ini mungkin kain bedong ya, hahaha.. Gak suka dibedong lagi dia. Padahal bedong bisa membuat dia lebih nyaman, tidur lebih nyenyak dan lebih lama. Walopun dia gak suka, tapi mamanya ini masih suka bedongin dia klo dia tidur. Tapi bedongnya harus dalam keadaan dia udah gak sadar atau at least setengah sadar lah, karena klo dia bangun, pasti dia ngulet-ngulet buat keluar dari bedong, sampai mukanya merah kayak kepiting rebus! hahaha..

"Nak, ceriamu, bahagia mama"

Tuesday, 2 August 2016

Arti Nama Kael Malverick

Mencari nama anak merupakan salah satu hal yang bikin pusing juga selama hamil. Pasti maunya namanya bagus dan keren kan yah, hahaha.. ada gak yah orang tua modern zaman sekarang yang masih memberi nama anaknya Ani atau Budi?

Dimulailah kegiatan browsing tiada henti dengan key word yang tidak jauh-jauh dari "baby name", lol. Awalnya aku pengen nama yang diambil dari alkitab *cieeee, religius banget nih!* Tapi maunya yang alkitab versi bahasa lain, misalnya Yohanes, bahasa spanish nya Juan. Setelah searching-searching, ternyata nama alkitab yang bagus-bagus semua udah unavailable. Saudaranya suamiku sudah ada yang punya nama-nama itu *harap maklum, keluarga besar suamiku cukup religius, jadi kebanyakan anak-anaknya diberi nama dari alkitab*.

Udah browsing lamaaaa banget tapi masih belum ketemu juga nama yang cocok. Maunya bagus, unik, bukan nama pasaran, ejaannya tidak berbelit-belit dan tidak ribet. Trus juga gak terlalu panjang namanya, karena kasian nanti klo dia mau ngisi formulir atau sesuatu, ternyata gak muat dan harus disingkat-singkat. Ternyata memberi nama anak itu susah juga ya -_-!

Aku bener-bener gak ada ide mau kasih nama apa, akhirnya suamiku kasih ide "KAEL". Wah, kedengarannya bagus juga, belum pernah juga aku punya teman atau saudara yang namanya Kael. Jadi aku coba search di google, masukin key word "kael" untuk nyari artinya dan memastikan bahwa gak ada kriminal atau teroris atau orang aneh-aneh yang bernama Kael. hahaha.. Well, ternyata kael gak ada arti khusus, teroris atau kriminal juga gak ada, tapi muncul banyak banget gambar seperti ini:


Ini gambar apa yah? Ternyata ini adalah salah satu hero di game DOTA, Kael the Invoker. Suamiku memang hobi banget sih main dota, lol. Karena aku juga lumayan suka dengan nama Kael, jadi ya udah deh, okelah, kita beri nama Kael.

Trus, namanya cuman "Kael" ajah? Pendek banget, trus di masa depan klo ternyata ada yg namanya sama persis, Kael juga, misalnya teman sekelasnya, gimana? Biar lebih unik, jadilah kita mau tambahin nama panjangnya. Kael apa yah? Aku udah list down Kael dengan berbagai nama belakang, misalnya Kael Yanderson, Kael Benedict, Kael Jonathan, dll, udah banyak banget tapi rasanya belum ada yang pas di hati. Trus pada hari mau lahiran, pas tengah malam menjelang subuh, di saat aku lagi sakit-sakitnya, suami tiba-tiba bilang "beb, aku dapat ide nama belakang anak kita, Kael Malverick". Aku langsung mengiyakan idenya, ntah karena memang setuju atau udah gak sanggup berpikir lagi karena saking sakitnya perut. hahaha..

Jadi Kael Malverick tidak memiliki arti khusus. Meskipun tidak ada arti khusus, tapi mama papa tetap berdoa dan berharap kamu dapat tumbuh menjadi anak yang sehat, pintar, baik hati, bijaksana yah dek.. <3

Kael, ketika usia genap 1 bulan :)

Monday, 1 August 2016

Keluarga Kecilku Kebahagiaanku

Dulu saat masih kuliah, aku sama sekali tidak pernah bercita-cita menjadi seorang ibu rumah tangga. Pikiranku dulu adalah kuliah dengan baik, kerja di perusahaan besar dengan gaji tinggi, mengejar karir, trus beli mobil, beli rumah, jalan-jalan keliling dunia, yah kira-kira seperti itulah keinginanku. I was a girl with a bunch of dreams. Namun hidup itu memang tidak bisa ditebak. Pepatah cina berbunyi 人算不如天算 (read: ren suan bu ru tian suan), kurang lebih artinya adalah rencana manusia tidak dapat menandingi rencana Tuhan. No matter how much we plan things out, we won't know what or how the outcome will be.

Long story short, I'm currently a housewife, a stay at home mom <3 It's not that I no longer have dreams. No, I still have a lot of dreams. It's just a little bit different from before, because I've included my husband and my child into my dreams. For example, aku tidak lagi berkeinginan kerja dengan gaji tinggi, tapi saat ini aku ingin belajar mengelola finansial keluarga supaya tetap berkecukupan meskipun hanya suami yang bekerja. Aku tidak hanya ingin membeli rumah, tetapi aku ingin membangun sebuah "rumah" untuk suami dan anakku. Aku tidak lagi menginginkan karir yang tinggi di dunia luar, tetapi aku ingin berkarir sebagai seorang istri dan ibu yang sukses. Pada awalnya aku merasa bosan sekali, karena dulunya sudah terbiasa kerja dan cari uang sendiri. Bahkan aku sampai merasa diriku ini sungguh tidak berguna, tiap hari di rumah saja tidak menghasilkan apa-apa. Suamiku terus menyemangati aku, tidak menghasilkan uang bukan b'arti tidak berguna. Tapi tetep aja sih aku masih terus memikirkan hal apa yang bisa aku lakukan dari rumah yang bisa mendatangkan penghasilan. Kan banyak juga tuh stay at home mom yang punya penghasilan tambahan, hehe.. Sometimes I'm so scared of this life, a merely single step, really can change the entire story line. Mungkin hidupku akan sangat berbeda jika aku masih tetap bekerja, dll. Yah life is full of choices and everyone have their own choices. Dulu itu aku hidup untuk diriku sendiri, sekarang aku sudah punya sebuah keluarga kecil.

Keluarga kecilku :)
*baby Kael 1month22days*

Bener banget pepatah yang mengatakan bahwa bahagia itu sederhana. Percaya atau tidak, setiap dekat jam pulang kerja itu rasanya tidak sabar nunggu suami pulang. Seringkali berbisik sama baby "dek, sebentar lagi papa pulang". Dan begitu melihat suami di depan pintu itu rasanya bahagia banget. Dipeluk suami ketika sedang menimang baby juga suatu bentuk kebahagiaan. Melihat baby tumbuh sehat setiap hari juga ada rasa bahagia tersendiri. Bahagia itu ternyata tidak selalu berbentuk material, kemewahan, dll. Tapi hal-hal sederhana saja sebenarnya sudah cukup untuk menciptakan kebahagiaan. Apabila diberi "lebih" oleh Tuhan yah bersyukur, apabila tidak pun tidak perlu bersedih hati ataupun kecewa. Aku mulai belajar untuk merasa puas dengan segala yang aku miliki saat ini. Meskipun tidak berlebih, tapi aku juga tidak berkekurangan apapun juga. Selalu ingat pesan suami, jangan terlalu pusingin hal yang masih jauh, tetap stay positive dan jalani saja dulu yang ada di depan mata, karena semakin kita bergerak maju maka semakin banyak jalan yang akan terbuka :)